Ekonomi

Ibu Korban TPPO Minta Presiden Prabowo Pulangkan Anak yang Ditahan di Kamboja

Meulaboh – Seorang ibu di Aceh Barat memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membantu pemulangan anaknya, Muhammad Ilham Samudra (25), yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kini ditahan di Kamboja.

Ilham, warga Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, sebelumnya dijanjikan pekerjaan bergaji besar di Singapura oleh temannya. Tergiur dengan tawaran Rp13 juta hingga Rp15 juta per bulan, ia mengikuti ajakan itu sejak April 2025.

“Awalnya anak saya diajak kawan lewat online. Katanya mau kerja ke Singapura, ternyata malah dibawa ke Kamboja,” ujar Rama Astuti (56), ibu korban, Selasa, 29 Juli 2025.

Setelah mengurus paspor, Ilham sempat berangkat ke Medan untuk melengkapi dokumen lain, lalu diterbangkan ke Malaysia sebagai titik transit sebelum menuju Singapura. Namun, beberapa bulan berselang, keluarga justru mendapat kabar bahwa Ilham ditahan oleh kepolisian Kamboja di perbatasan dengan Thailand.

Menurut Rama, anaknya sempat ditahan selama tujuh hari di perbatasan. Ia tidak sendiri. Ratusan warga negara Indonesia lain juga menjadi korban penipuan serupa. Mereka kini berada di tahanan Imigrasi dekat Bandara Siem Reap.

“Harapan besar saya sebagai seorang ibu, semoga Presiden bisa memulangkan anak saya. Saya takut dia diapa-apakan di sana,” kata Rama, sebagaimana dilangsir dari bumpnews.id dan ajnn.net.

KBRI Phnom Penh: Telah Dikirim Bantuan Logistik

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa ratusan WNI ditahan oleh otoritas Kamboja terkait kasus dugaan kerja ilegal dan sindikat TPPO. Dalam keterangan resmi, KBRI menyebut pihaknya telah mengirim bantuan logistik dasar dan sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk proses pendataan dan pemulangan.

“KBRI terus melakukan upaya perlindungan WNI, termasuk memberikan akses komunikasi dan kebutuhan darurat,” yaitu www.peduliwni.kemlu.go.id, dilangsir dari antaranews.com.

Data Nasional: Korban TPPO Didominasi Pemuda

Berdasarkan data Satgas TPPO Polri 2025, sebanyak 1.503 Mayoritas korban berusia antara 18 hingga 30 tahun, “Di tahun 2025 ini kita sudah menangani sebanyak 609 kasus, dengan korban 1.503 orang dan 754 orang tersangka,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada kepada wartawan di kantor Kemenko Polkam, Kamis, 13 Maret, dilangsir dari voi.id.

Aceh termasuk salah satu daerah dengan potensi tinggi perekrutan korban, khususnya di wilayah pesisir dan perbatasan. Penegak hukum menyebut bahwa jaringan sindikat TPPO kerap menyasar daerah-daerah dengan tingkat pengangguran tinggi dan minim literasi digital.

Redaksi

Recent Posts

Potensi Batubara Raksasa Barat Selatan Aceh: Berkah Ekonomi atau Bom Waktu Lingkungan?

Meulaboh – Cadangan batubara di wilayah Barat Selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya,…

2 minggu ago

Kontroversi Pembakaran Gedung Fakultas Pertanian USK: Bentrok Mahasiswa Berujung Kerugian Miliaran

Banda Aceh – Gedung laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh hangus…

2 minggu ago

PUPR Aceh Barat Operasikan AMP Mini Atasi Jalan Rusak Akibat Hauling Batubara

Meulaboh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat mengoperasikan Asphalt Mixing…

3 minggu ago

HIMMAFORIA 2026 Sukses Dongkrak UMKM, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp698 Juta

ACEH BARAT — Rangkaian kegiatan HIMMAFORIA 2026 yang berlangsung selama tiga hari tiga malam, pada…

3 minggu ago

Efisiensi Anggaran Pusat Menggerus APBD Daerah, PUPR Aceh Barat Terpaksa Tambal Sulam Jalan

Aceh Barat – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025…

3 minggu ago

Fernandi di Balik Pelaksanaan HIMMAFORIA 2026 di Aceh Barat

Aceh Barat — Pelaksanaan HIMMAFORIA 2026 di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat selama…

3 minggu ago

This website uses cookies.