Umum

Aceh Barat Kelaparan Jembatan, Baru Empat yang Sudah Punya Pemenang Tender

Aceh Barat – Kabupaten Aceh Barat masih sangat membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur jembatan. Banyak wilayah terpisah oleh sungai, akses ekonomi masyarakat terhambat, dan mobilitas warga sehari-hari terus terganggu.

 

Dari pantauan Hak Publik terhadap portal LPSE Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini, baru empat paket proyek jembatan yang telah memasuki tahap akhir karena sudah ditetapkan pemenang tendernya. Langkah ini sebagai bentuk kemajuan nyata dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat di tengah keterbatasan anggaran, Kamis (30/04/26).

 

Proyek-proyek tersebut meliputi Lanjutan Pembangunan Jembatan Lango-Lawet dengan pagu Rp930 juta yang dimenangkan CV Agam Aceh sebesar Rp923,4 juta, Pembangunan Jembatan Gantung Mugo-Blang Teungoh dengan pagu Rp4,91 miliar yang diraih CV Melati sebesar Rp4,84 miliar, serta Lanjutan Pembangunan Jembatan Alue Tampak dengan pagu Rp3,29 miliar yang dimenangkan CV Nagah Berlian sebesar Rp3,25 miliar.

 

Keempat pemenang tender berasal dari perusahaan lokal Aceh Barat dan berhasil menawarkan harga yang kompetitif. Hal ini menunjukkan komitmen Dinas PUPR Aceh Barat dalam melibatkan pelaku usaha daerah sekaligus menjaga efisiensi anggaran.

 

Meski demikian, kebutuhan akan jembatan di Aceh Barat jauh lebih besar. Masih banyak usulan pembangunan jembatan dari berbagai kecamatan yang hingga kini menggantung, baik yang belum masuk tahap tender maupun yang terhambat dalam proses pengadaan. Di tengah kondisi geografis Aceh Barat yang banyak dialiri sungai, jembatan merupakan urat nadi penghubung antardesa, pendukung distribusi ekonomi, serta akses layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat.

 

Langkah Dinas PUPR Aceh Barat yang telah berhasil menetapkan pemenang untuk empat proyek tersebut dan berharap agar proses serupa dapat dipercepat untuk paket-paket lainnya. Transparansi dan kecepatan tender menjadi sangat penting agar dana publik yang terbatas dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Aceh Barat.

 

Hakpublik akan terus memantau perkembangan pengadaan infrastruktur di LPSE Aceh Barat demi terwujudnya pembangunan yang lebih masif dan berdampak nyata.

Yusnita

Recent Posts

Aceh: Potensi Kekayaan Alam yang Melimpah, dari Gas Raksasa hingga Energi Hijau 25,31 GW

Banda Aceh – Provinsi Aceh di ujung barat Indonesia menyimpan potensi sumber daya alam yang…

2 hari ago

Menambal Lubang Kemiskinan: Ambisi Zakat Rp6,4 Miliar di Aceh Barat

MEULABOH – Di tengah upaya menekan angka kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, Pemerintah…

3 hari ago

Empat Tersangka Perampokan dan Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Eks Menantu Diduga Terlibat

Kepolisian mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang perempuan lanjut usia di Kota Pekanbaru, Riau.…

4 hari ago

Algojo Berkedok Pengasuh: Anatomi Kekerasan dan Delusi Kekuasaan di Daycare Banda Aceh

BANDA ACEH — Tabir gelap yang menyelimuti tempat penitipan anak Baby Preneur di Banda Aceh…

4 hari ago

Nyak Amir Tak Terbendung di Pilrek UTU, Jalan ke Rektorat UTU Semakin Terbuka

Meulaboh – Satu pekan setelah pemungutan suara senat, posisi Prof. Nyak Amir dalam pemilihan Rektor…

1 minggu ago

Mandiri dengan AMP Mini, PUPR Aceh Barat Mulai Sisir “Ranjau” Jalan di Blang Beurandang

MEULABOH – Hanya beberapa hari setelah diluncurkan secara resmi, alat pemanas aspal portabel atau Asphalt…

1 minggu ago

This website uses cookies.