Umum

Mandiri dengan AMP Mini, PUPR Aceh Barat Mulai Sisir “Ranjau” Jalan di Blang Beurandang

MEULABOH – Hanya beberapa hari setelah diluncurkan secara resmi, alat pemanas aspal portabel atau Asphalt Mixing Plant (AMP) Mini milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat mulai dikerahkan ke titik-titik kritis. Langkah ini menandai pergeseran strategi pemerintah daerah dalam menangani kerusakan infrastruktur jalan yang selama ini kerap dikeluhkan warga.

Senin (27/4/2026), tim teknis PUPR terlihat mengoperasikan alat tersebut di ruas jalan Batas Pidie–Meulaboh. Fokus utamanya adalah kawasan depan Gapura Blang Beurandang, sebuah jalur urat nadi yang padat kendaraan namun dipenuhi lubang dan permukaan aspal yang mulai terkelupas. Pengoperasian alat ini menjadi jawaban atas keterbatasan fiskal daerah yang tidak memungkinkan dilakukannya pengaspalan menyeluruh di semua ruas jalan secara serentak.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, sebelumnya menegaskan bahwa pengadaan mesin senilai Rp400 juta ini merupakan langkah taktis untuk menggantikan metode penambalan semen yang dinilai tidak awet. “Sebelumnya kita untuk patching itu menggunakan semen dan itu cepat rusak, tapi kalau aspal itu dia kuat dan sama seperti aspal pada umumnya,” ujar Tarmizi. Ia menambahkan bahwa dengan kondisi keuangan yang sangat terbatas, penggunaan AMP Mini menjadi solusi paling masuk akal agar semua permintaan masyarakat terkait perbaikan jalan dapat segera teratasi.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, yang memantau langsung pengerjaan di lapangan, menyatakan bahwa pengoperasian alat ini mengedepankan efektivitas penanganan cepat. “Pekerjaan patching ini kita lakukan sebagai respons terhadap kerusakan jalan yang mulai mengganggu kenyamanan pengendara. Ini merupakan jalur yang cukup padat dilalui masyarakat,” kata Beni. Ia menjelaskan bahwa lubang-lubang yang ada dibersihkan dan dipotong terlebih dahulu sebelum dilapisi aspal panas baru agar permukaannya kembali rata dan memiliki daya tahan yang cukup lama.

Namun, pengoperasian alat canggih ini hanyalah satu sisi dari upaya menjaga infrastruktur. Beni Hardi menekankan bahwa ketahanan jalan juga sangat bergantung pada perilaku pengguna jalan itu sendiri, terutama terkait beban muatan kendaraan. “Perawatan jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama dari masyarakat. Dengan menjaga jalan, kita turut menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Untuk tahap awal, PUPR memprioritaskan penggunaan mesin AMP Mini ini di wilayah perkotaan Meulaboh sebelum nantinya menyisir kerusakan di tingkat kecamatan. Upaya ini dipandang sebagai ujian bagi pemerintah daerah dalam membuktikan bahwa kemandirian alat mampu memberikan pelayanan publik yang lebih tanggap, profesional, dan berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran.

Yusnita

Recent Posts

Membendung Bahang Banjir Meulaboh: Ambisi Rp300 Miliar di Meja Pusat

MEULABOH – Wajah Kota Meulaboh dalam beberapa tahun ke depan dipertaruhkan di meja kerja Kementerian…

12 jam ago

Atasi Persoalan Infrastruktur, Pemkab Aceh Barat Luncurkan AMP Mini untuk Percepatan Perbaikan Jalan

MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi memulai langkah strategis dalam penanganan infrastruktur jalan dengan…

2 hari ago

Akses ke Sekolah Rusak Bertahun-tahun, PUPR Aceh Barat Genjot Pembangunan Jalan di Panton Reu

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mengerjakan peningkatan…

1 minggu ago

Cara Aceh Barat Mengubah Perpustakaan Menjadi Inkubator Ekonomi Kreatif

MEULABOH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Aceh Barat tengah bersiap menggeser paradigma perpustakaan…

2 minggu ago

Dinas PUPR Aceh Barat Percepat Pemadatan Pondasi Jalan Rimba Langgeh–Suak Bidok

Meulaboh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat mempercepat pekerjaan infrastruktur…

2 minggu ago

Korban Banjir Aceh Barat Masih Menunggu Huntara di Tengah Janji Pemerintah

Aceh — Sejumlah korban banjir di Kabupaten Aceh Barat masih belum menempati hunian sementara (huntara),…

3 minggu ago

This website uses cookies.