Umum

Program Ngopi Produktif Dorong Generasi Muda Aceh Barat Hasilkan Konten dari Warkop

ACEH BARAT — Yayasan Wahana Generasi Aceh (WANGSA) bekerja sama dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat meluncurkan program Ngopi Produktif, sebuah inisiatif pelatihan konten digital yang ditujukan bagi generasi muda. Program ini mengusung gagasan baru: menjadikan warkop bukan hanya tempat nongkrong, tetapi ruang berkarya dan menghasilkan pendapatan dari konten.

Ketua Umum WANGSA, Jhony Howord, mengatakan Ngopi Produktif lahir dari kegelisahan melihat budaya ngopi anak muda yang cenderung konsumtif. “Ngopi itu budaya kita, tapi harus ditingkatkan kualitasnya. Di WANGSA, kami ingin mengubah budaya ngopi menjadi budaya produktif. Ngopi harus menghasilkan,” ujarnya.

Program ini berlangsung setiap malam selama 60 hari. Empat puluh peserta publik pertama mendapatkan kupon minuman gratis, sehingga mereka bisa belajar membuat konten sekaligus menikmati kopi tanpa biaya.

Saat ini, kegiatan masih berjalan di Warkop Abu Kopi, Langung, Meureubo—berada tepat di depan SPBU Langung. Abu Kopi menjadi lokasi perdana selama 15 malam, dan program telah memasuki malam ke-11. Setelah rangkaian di sini selesai, kegiatan akan dipindahkan ke warkop berbeda.

Jhony menegaskan bahwa pemilihan lokasi warkop bukan hanya soal ruang, tetapi strategi. “Kami sengaja memilih warkop menengah ke bawah. Kami ingin program ini ikut menggerakkan ekonomi kecil. Ketika peserta ramai, warkop ikut berkembang,” kata Jhony.

Setiap malam Kamis dan Minggu, WANGSA menghadirkan tokoh publik Aceh Barat untuk sesi podcast yang diproduksi langsung di lokasi kegiatan. Format ini dinilai unik karena melibatkan peserta secara langsung sebagai tim kreatif di lapangan, sementara diskusi podcast membahas isu-isu penting yang jarang muncul di ruang publik.

“Peserta tidak hanya belajar teori. Mereka kami tarik langsung menjadi tim kreatif. Belajar dari praktik, dari proses nyata. Sementara podcastnya sendiri kami arahkan untuk membicarakan hal-hal yang konstruktif bagi Aceh Barat,” ujar Jhony.

Sejauh ini, WANGSA telah menghadirkan empat tokoh, di antaranya mantan Bupati Aceh Barat H. T. Alaidinsyah (Haji Tito), tokoh muda Zulkifli Andi Govi, serta Kurdi, Plt Sekda Aceh Barat sekaligus Kepala Dinas PUPR.

Jhony menyebut Ngopi Produktif sebagai langkah awal WANGSA dalam membuka ruang pemberdayaan kreatif yang dekat dengan keseharian masyarakat. “Kami ingin anak muda Aceh Barat menyadari bahwa kreativitas bisa dimulai dari warkop. Dari tempat sederhana, lahir karya besar,” ujarnya.

Redaksi

Recent Posts

NgoPI Disertasi Edisi ke-63 Program Doktor Fiqh Modern UIN Ar-Raniry Bahas Rekonstruksi Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari’ah

Banda Aceh – Program Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali…

2 hari ago

Ketua BEM Ekonomi dan Bisnis UTU: Pelaporan Jhony Howord oleh PT SCY adalah Bentuk Pembungkaman terhadap Aktivis (11/07/26)

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (BEM Ekonomi dan Bisnis…

3 minggu ago

Prof. Dr. Nyak Amir Terpilih Rektor Universitas Teuku Umar Periode 2026-2030

Raih 24 Suara atau 85,71 Persen dalam Pemilihan Senat Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.…

1 bulan ago

UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 Digelar di Meulaboh, 210 Peserta Bertanding di Catur dan Mobile Legends

Meulaboh – UKM Olahraga Universitas Teuku Umar (UTU) menyelesaikan penyelenggaraan UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026…

1 bulan ago

Potensi Batubara Raksasa Barat Selatan Aceh: Berkah Ekonomi atau Bom Waktu Lingkungan?

Meulaboh – Cadangan batubara di wilayah Barat Selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya,…

2 bulan ago

Kontroversi Pembakaran Gedung Fakultas Pertanian USK: Bentrok Mahasiswa Berujung Kerugian Miliaran

Banda Aceh – Gedung laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh hangus…

2 bulan ago

This website uses cookies.