Lingkungan

Siasat Batang Kelapa di Jalur Maut Jawi–Sipot

MEULABOH — Setelah terkungkung isolasi akibat terjangan banjir besar November 2025 lalu, warga di pedalaman Aceh Barat akhirnya bisa bernapas lega. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat memastikan jalur penghubung Desa Jawi dan Sipot di Kecamatan Sungai Mas kini telah pulih dan dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk bermuatan besar.

Pemulihan ini menjadi krusial mengingat ruas jalan di Desa Lueng Baro tersebut merupakan urat nadi yang menghubungkan Kecamatan Sungai Mas dengan Woyla. Selama berbulan-bulan, mobilitas warga lumpuh akibat badan jalan yang amblas ditelan longsor, menyisakan jalur setapak yang hanya bisa dilalui dengan bertaruh nyawa.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengungkapkan bahwa penanganan darurat sepanjang 35 meter tersebut melibatkan rekayasa teknis sederhana namun efektif menggunakan material alam. Petugas di lapangan membangun tanggul penahan dari susunan batang kelapa untuk mengunci struktur tanah agar tidak kembali bergeser ke dasar jurang.

“Hari ini penanganan darurat sementara longsor di Desa Lueng Baro di Kecamatan Sungai Mas sudah tuntas 100 persen. Saat ini kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, kini sudah bisa melintas dengan aman dan lancar,” ujar Beni dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Meski aspal darurat telah tuntas melalui proses penimbunan dan pengerasan, pihak dinas tetap memberikan peringatan keras bagi para pengemudi. Jalur tersebut dikenal ekstrem karena diapit oleh jurang terjal yang dalam pada kedua sisi jalan, terutama saat melintasi kawasan perbukitan yang rawan pergeseran tanah.

“Sementara penanganan secara darurat dulu agar bisa dilintasi kendaraan, apalagi jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat penghubung Desa Jawi-Sipot,” terang Beni.

Langkah darurat ini disebut-sebut hanya sebagai jembatan menuju solusi yang lebih kokoh. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menyiapkan skema penanganan permanen yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei 2026 mendatang. Proyek jangka panjang ini nantinya akan didanai melalui Dana Transfer Daerah (TKD) tahun anggaran 2026, guna memastikan jalur maut Jawi–Sipot tidak lagi menjadi ancaman bagi warga setiap kali musim penghujan tiba.

Redaksi

Recent Posts

Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram, Anak Disabilitas di Sawang

Tapaktuan — Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah menyerahkan bantuan kursi roda kepada Ikram…

2 minggu ago

Muda Seudang Aceh Barat Salurkan Bantuan Sembako Peringati Hari Damai Aceh ke-21, Soroti Isu Bendera Bintang Bulan

MEULABOH — Memperingati momentum Hari Damai Aceh ke-21, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Kabupaten…

2 minggu ago

NgoPI Disertasi Edisi ke-63 Program Doktor Fiqh Modern UIN Ar-Raniry Bahas Rekonstruksi Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari’ah

Banda Aceh – Program Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali…

1 bulan ago

Ketua BEM Ekonomi dan Bisnis UTU: Pelaporan Jhony Howord oleh PT SCY adalah Bentuk Pembungkaman terhadap Aktivis (11/07/26)

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (BEM Ekonomi dan Bisnis…

2 bulan ago

Prof. Dr. Nyak Amir Terpilih Rektor Universitas Teuku Umar Periode 2026-2030

Raih 24 Suara atau 85,71 Persen dalam Pemilihan Senat Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.…

2 bulan ago

UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 Digelar di Meulaboh, 210 Peserta Bertanding di Catur dan Mobile Legends

Meulaboh – UKM Olahraga Universitas Teuku Umar (UTU) menyelesaikan penyelenggaraan UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026…

2 bulan ago

This website uses cookies.