PUPR Aceh Barat Buru Trase Darurat Pasie Ara: Ratusan Warga Terancam Terisolasi Total

Meulaboh, Aceh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat kini berpacu dengan waktu membuka trase jalan baru sepanjang 300 meter menuju Desa Pasie Ara WT, Kecamatan Woyla Timur. Langkah mendesak ini dilakukan untuk menghindari bencana isolasi bagi ratusan warga di ujung kecamatan tersebut, setelah jalan satu-satunya yang selama ini menghubungkan mereka dengan dunia luar nyaris lenyap digerus sungai.

Jalan lama Kubu Capang–Pasie Ara WT sudah dua tahun terakhir dalam kondisi kritis. Erosi Sungai Krueng Woyla telah menggerus badan jalan sepanjang hampir 500 meter hingga roda empat tak lagi bisa melintas. Tanpa jalur pengganti, desa terpencil itu terancam benar-benar terputus akses darat dalam hitungan bulan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat Beni Hardi menekankan, proyek ini bukan sekadar pembangunan biasa melainkan penyelamatan akses vital. “Kami terobos trase baru sepanjang 300 meter karena ruas lama Kubu Capang–Pasie Ara WT sudah nyaris putus total akibat erosi sungai. Kalau tidak diselesaikan tahun ini, seluruh akses ke desa itu akan mati,” tegas Beni, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, trase baru yang kini sedang dipadatkan dengan alat berat itu tidak hanya menjadi jalur darurat. Jalan tersebut juga akan memangkas waktu tempuh ke ibu kota kecamatan di Tangkeh sekaligus membuka akses lebih lancar bagi pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, dan mobilitas ekonomi warga Pasie Ara WT serta Kubu Capang.

Pengerjaan tahun ini difokuskan pada pengerasan dan penguatan badan jalan yang sudah dibuka sejak tahun lalu. Bagi warga setempat, kehadiran jalan baru ini jauh lebih dari sekadar aspal dan batu; ini soal kelangsungan hidup sehari-hari di wilayah rawan bencana alam.

Pemerintah daerah berharap penyelesaian trase ini dapat mengakhiri ancaman isolasi permanen dan memulihkan konektivitas yang selama ini menjadi nyawa desa paling ujung di Woyla Timur.