UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 Digelar di Meulaboh, 210 Peserta Bertanding di Catur dan Mobile Legends

Meulaboh – UKM Olahraga Universitas Teuku Umar (UTU) menyelesaikan penyelenggaraan UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 pada 12–14 Juni 2026. Ajang yang mempertandingkan cabang catur dan Mobile Legends ini diikuti sekitar 210 peserta dari berbagai daerah di Aceh dan menjadi salah satu kompetisi olahraga serta e-sports terbesar di tingkat mahasiswa dan pelajar provinsi tahun ini.
Kegiatan berpusat di Kampus UTU, Aceh Barat, dengan Open Ceremony pada 12 Juni di Aula Cut Meutia. Turnamen catur dan Mobile Legends berlangsung selama tiga hari, menampilkan persaingan ketat di antara peserta dari perguruan tinggi dan sekolah berbagai wilayah.

Acara pembukaan dipimpin oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UTU, Rinaldi Iswan, S.T., M.Sc., yang mewakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Rangkaian acara mencakup penyanyian lagu kebangsaan, Hymne Aceh, Mars Olahraga, serta laporan panitia.
“Ajang ini dirancang sebagai wadah kompetisi yang sehat bagi mahasiswa dan pelajar. Kami melihat partisipasi yang cukup tinggi, dan ini menunjukkan minat generasi muda terhadap olahraga dan e-sports terus berkembang,” sebut Rinaldi Iswan, dikutip dari rilis resmi UTU, (12/06/26).

Cabang catur diikuti 50 peserta. Kompetisi berjalan ketat dengan keikutsertaan beberapa pecatur yang pernah mewakili Aceh di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Muhammad Syauqan dari Universitas Syiah Kuala (USK) keluar sebagai juara pertama, disusul Muhammad Rizqi (USK) di posisi kedua, dan Ramadhan Noer (USK) di tempat ketiga. Amelia Novitri (USK) meraih Best Women, sementara M. Habibi Nadawi dari MAN 1 Aceh Barat mendapatkan Best Student.

Salah satu catatan menarik adalah partisipasi Faris Safaraz, pelajar sekolah dasar yang menjadi peserta termuda. Faris berhasil mengumpulkan 3 poin dari 7 babak pertandingan meski bersaing dengan mahasiswa yang lebih senior.

Sementara itu, cabang Mobile Legends melibatkan 32 tim dengan sistem Single Elimination Best of 3. Pertandingan berlangsung di Gura Coffee pada 12–13 Juni. Tim Bosdin Esport dari UTU keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tim Romawi (UTU) di final. Tim UD Tabah Hate (UTU) menempati posisi ketiga.

Ketua Umum UKM Olahraga UTU, Ikhsan Maulidian, menjelaskan tujuan penyelenggaraan ajang ini. “Kami berharap kompetisi ini dapat menjadi sarana rutin untuk menyalurkan bakat olahraga dan e-sports. Dari sini diharapkan muncul talenta-talenta yang bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” sebut Ikhsan Maulidian, dikutip dari wawancara panitia, (14/06/26).

Penutupan acara pada 14 Juni diisi pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa gangguan berarti, dengan dukungan panitia dan pihak kampus.

Pakar olahraga dari Universitas Syiah Kuala menilai penyelenggaraan ajang semacam ini penting untuk pengembangan prestasi pemuda. “Kompetisi tingkat provinsi seperti UKM Olahraga CUP memberikan pengalaman bertanding yang terstruktur. Ini juga membantu mendeteksi bibit-bibit atlet baru di cabang catur dan e-sports yang semakin populer di kalangan mahasiswa,” sebut Dr. Cut Aja, pakar sosiologi olahraga USK, dikutip dari keterangan tertulis, (15/06/26).

Data panitia menunjukkan antusiasme peserta cukup tinggi, terutama di cabang Mobile Legends yang menyedot penonton selama dua hari. Turnamen catur, meski lebih tenang, menampilkan kualitas permainan yang kompetitif dengan dominasi peserta dari USK di podium.

UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang semakin aktif di lingkungan perguruan tinggi Aceh. Penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan jumlah peserta dibandingkan ajang serupa sebelumnya, meski data perbandingan resmi masih terbatas.

Rektor UTU menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa. “Melalui olahraga dan kompetisi, mahasiswa belajar disiplin, kerja sama, dan manajemen tekanan. Ini kompetensi yang tidak kalah penting dengan capaian akademik,” sebut Rektor Universitas Teuku Umar, dikutip dari Antara Aceh, (14/06/26).

Ke depan, panitia berencana mengevaluasi penyelenggaraan untuk meningkatkan skala dan kualitas ajang serupa. Fokus utama adalah memperluas partisipasi dari lebih banyak perguruan tinggi dan kabupaten/kota di Aceh serta memperbaiki sistem pendukung turnamen. Ajang ini menegaskan peran unit kegiatan mahasiswa dalam menciptakan ruang kompetisi yang terorganisir di tingkat regional. Dengan total 210 peserta dan berjalannya seluruh rangkaian acara sesuai jadwal, UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 mencatatkan diri sebagai salah satu kegiatan sukses di kalender kemahasiswaan Aceh tahun 2026.