Umum

Pemuda Pidie Jaya Desak Tindakan Tegas atas Dugaan Kekerasan oleh Wakil Bupati

Pidie Jaya, 30 Oktober 2025 — Kejadian dugaan pemukulan terhadap Kepala Dapur MBG Yayasan Pionir di Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, kembali memicu gelombang kekecewaan masyarakat. Aksi tersebut menambah daftar dugaan tindakan kekerasan yang sebelumnya juga sempat mencuat ke publik.

Masyarakat, khususnya kalangan pemuda, menilai bahwa perilaku kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, apalagi dilakukan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

Dedi Saputra, Pemuda Pidie Jaya Anti-Premanisme, menyatakan keprihatinannya terhadap insiden tersebut.

“Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan dan tindakan premanisme, terlebih jika dilakukan oleh pejabat publik. Kami menuntut agar pihak penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan kekerasan yang terjadi dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” ujar Dedi.

Menurutnya, tindakan seperti itu mencoreng wibawa pemerintahan daerah dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Pemuda Pidie Jaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menolak segala bentuk intimidasi dan kekerasan dalam ruang publik maupun pemerintahan.

“Pemimpin seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan sebaliknya. Bila tindakan seperti ini dibiarkan, maka akan muncul preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan yang beradab,” tambah Dedi.

 

Langkah yang Didesak oleh Publik

 

Penegakan hukum secara transparan dan adil oleh aparat kepolisian terhadap dugaan kekerasan tersebut.

Evaluasi etika dan perilaku pejabat publik oleh pihak berwenang, termasuk lembaga etik pemerintahan daerah.

Perlindungan terhadap korban dan saksi agar tidak terjadi tekanan atau intimidasi selama proses hukum berlangsung.

Gerakan moral pemuda anti-premanisme untuk menjaga marwah daerah dan memastikan kepemimpinan di Pidie Jaya berjalan dengan santun, beretika, dan berkeadilan.

Langkah hukum yang didorong oleh publik

Penyelidikan dan penyidikan pidana oleh pihak kepolisian terhadap dugaan penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP.

 

Pemanggilan saksi dan korban untuk memberikan keterangan tanpa tekanan.

 

Penerapan prinsip equality before the law, bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk pejabat daerah.

Pemeriksaan etik dan moralitas jabatan oleh lembaga pengawasan internal pemerintah daerah dan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) bila diperlukan.

Pemberian perlindungan hukum bagi korban dan saksi agar proses hukum berjalan objektif dan tanpa intervensi.

Dedi Saputra menegaskan bahwa gerakan moral ini bukan untuk menyerang individu, tetapi untuk menegakkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan integritas pejabat publik di Kabupaten Pidie Jaya.

Redaksi

Recent Posts

NgoPI Disertasi Edisi ke-63 Program Doktor Fiqh Modern UIN Ar-Raniry Bahas Rekonstruksi Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari’ah

Banda Aceh – Program Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali…

2 hari ago

Ketua BEM Ekonomi dan Bisnis UTU: Pelaporan Jhony Howord oleh PT SCY adalah Bentuk Pembungkaman terhadap Aktivis (11/07/26)

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (BEM Ekonomi dan Bisnis…

3 minggu ago

Prof. Dr. Nyak Amir Terpilih Rektor Universitas Teuku Umar Periode 2026-2030

Raih 24 Suara atau 85,71 Persen dalam Pemilihan Senat Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.…

1 bulan ago

UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 Digelar di Meulaboh, 210 Peserta Bertanding di Catur dan Mobile Legends

Meulaboh – UKM Olahraga Universitas Teuku Umar (UTU) menyelesaikan penyelenggaraan UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026…

1 bulan ago

Potensi Batubara Raksasa Barat Selatan Aceh: Berkah Ekonomi atau Bom Waktu Lingkungan?

Meulaboh – Cadangan batubara di wilayah Barat Selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya,…

2 bulan ago

Kontroversi Pembakaran Gedung Fakultas Pertanian USK: Bentrok Mahasiswa Berujung Kerugian Miliaran

Banda Aceh – Gedung laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh hangus…

2 bulan ago

This website uses cookies.