Umum

Atasi Persoalan Infrastruktur, Pemkab Aceh Barat Luncurkan AMP Mini untuk Percepatan Perbaikan Jalan

MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi memulai langkah strategis dalam penanganan infrastruktur jalan dengan meluncurkan operasional 3 (tiga) unit alat Asphalt Mixing Plant (AMP) Mini. Peluncuran ini ditandai dengan prosesi adat Peusijuk dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., di Jalan Manek Roo, Kota Meulaboh, Jumat (24/04/2026).

Langkah inovatif ini diambil sebagai solusi atas keterbatasan anggaran daerah sekaligus komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Kehadiran mesin pengolah aspal hotmix portabel ini diproyeksikan untuk menggantikan metode penambalan jalan konvensional menggunakan semen yang dinilai tidak memiliki daya tahan stabil.

Transformasi Pemeliharaan Rutin

Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Tarmizi mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di sejumlah titik protokol dan lintas kabupaten telah mencapai tingkat kerentanan yang mengkhawatirkan bagi keselamatan pengguna jalan.

“Hari ini kita meluncurkan AMP Mini untuk melakukan patching (penambalan) pada jalan-jalan yang bermasalah. Sebelumnya, kita menggunakan cor semen yang cenderung cepat rusak. Dengan aspal hotmix dari alat ini, kualitas perbaikan akan kembali seperti semula dan lebih tahan lama,” ujar Tarmizi.

Beliau menambahkan bahwa pengadaan tiga unit alat ini menelan biaya sebesar Rp400 juta. Investasi ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan melakukan proyek pengaspalan menyeluruh yang memerlukan biaya besar di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas.

Skala Prioritas dan Target Capaian

Pemkab Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah memetakan skala prioritas penanganan. Tahap awal akan difokuskan pada pusat kota Meulaboh, disusul jalur lintas strategis seperti Meulaboh-Tutut, Samatiga, Woyla, hingga kawasan Pante Ceureumen dan Meureubo.

“Fokus utama kami adalah jalan-jalan protokol dan jalur yang lubangnya sudah cukup besar dan membahayakan, seperti di jalur Putim hingga Blang Berandang. Targetnya, permintaan masyarakat terkait akses jalan segera teratasi,” tegas Bupati.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, S.T., menyatakan bahwa operasional alat ini akan disesuaikan dengan besaran anggaran rutin dinas. “Tahun perdana ini, tim reaksi cepat akan fokus pada titik-titik krusial di sepanjang jalan protokol dan jalan provinsi yang berada dalam kewenangan pengawasan kami,” ungkapnya.

Urgensi Infrastruktur

Kehadiran AMP Mini ini diharapkan menjadi titik balik manajemen pemeliharaan jalan di Aceh Barat dari sistem reaktif menjadi sistem pemeliharaan rutin yang lebih presisi. Dengan teknologi ini, perbaikan lubang jalan tidak lagi perlu menunggu proyek tender besar, sehingga potensi kecelakaan akibat jalan rusak dapat ditekan secara signifikan.

Kegiatan peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Plt. Sekda Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, IPM, ASEAN Eng., jajaran pejabat Dinas PUPR, serta unsur protokol pemerintah setempat.

Yusnita

Recent Posts

NgoPI Disertasi Edisi ke-63 Program Doktor Fiqh Modern UIN Ar-Raniry Bahas Rekonstruksi Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari’ah

Banda Aceh – Program Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali…

2 hari ago

Ketua BEM Ekonomi dan Bisnis UTU: Pelaporan Jhony Howord oleh PT SCY adalah Bentuk Pembungkaman terhadap Aktivis (11/07/26)

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (BEM Ekonomi dan Bisnis…

3 minggu ago

Prof. Dr. Nyak Amir Terpilih Rektor Universitas Teuku Umar Periode 2026-2030

Raih 24 Suara atau 85,71 Persen dalam Pemilihan Senat Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.…

1 bulan ago

UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 Digelar di Meulaboh, 210 Peserta Bertanding di Catur dan Mobile Legends

Meulaboh – UKM Olahraga Universitas Teuku Umar (UTU) menyelesaikan penyelenggaraan UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026…

1 bulan ago

Potensi Batubara Raksasa Barat Selatan Aceh: Berkah Ekonomi atau Bom Waktu Lingkungan?

Meulaboh – Cadangan batubara di wilayah Barat Selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya,…

2 bulan ago

Kontroversi Pembakaran Gedung Fakultas Pertanian USK: Bentrok Mahasiswa Berujung Kerugian Miliaran

Banda Aceh – Gedung laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh hangus…

2 bulan ago

This website uses cookies.