Politik

5 Tahun Hilang Kabar, Dugaan Korupsi Penimbunan MTQ Aceh Barat Muncul Kembali

Meulaboh – Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Aceh Barat yang seharusnya menjadi ajang syiar Islam, justru tercoreng oleh dugaan korupsi proyek penimbunan lokasi MTQ tahun 2020. Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan nilai proyek mencapai Rp1,9 miliar.

Proyek penimbunan yang berlokasi di Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, diklaim telah selesai oleh Dinas Syariat Islam. Namun pada kenyataannya, lokasi masih tergenang air hingga awal 2021 dan terus dilakukan pengerasan akibat struktur tanah yang labil. Sebagaimana dilansir dari antaranews.com, hasil audit BPKP Provinsi Aceh menunjukkan bahwa dana proyek telah dicairkan 100 persen, padahal progres fisik di lapangan baru sekitar 60 persen.

Tiga tersangka yang telah ditetapkan pada Mei 2023 adalah SA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), MS sebagai pelaksana, dan IS sebagai pemilik perusahaan. Mereka diduga memalsukan dokumen pelaksanaan proyek serta menandatangani laporan fiktif. Salah satu dokumen bahkan terbukti menggunakan tanda tangan palsu milik Direktur CV Berkah Mulya Bersama, dikutip dari antaranews.com

Sementara itu, dua orang lainnya—FY dan AJ—masih dalam proses penyidikan. Keduanya berperan sebagai konsultan pengawas proyek dan telah diperiksa intensif oleh Kejari Aceh Barat. Namun hingga kini belum ada penetapan status hukum terhadap keduanya karena masih menunggu proses lanjutan.

Wajah Baru Aura Lama

Belum tuntas persoalan proyek lama, pelaksanaan MTQ 2025 yang berlangsung pada 14–17 Juli di Kecamatan Pante Ceureumen kembali menimbulkan tanda tanya, khususnya soal transparansi anggaran. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Barat, Muhammad Isa, yang kembali menjabat, memilih tidak mengungkap besaran anggaran kegiatan tersebut. “Saya lupa anggarannya MTQ tahun ini berapa, saya tidak ingat,” katanya singkat saat dikonfirmasi, dikutip dari antaranews.com

Diduga upaya konfirmasi lanjutan oleh wartawan kepada staf teknis juga tidak membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim ke nomor pribadi kepala dinas hanya dibaca, tanpa balasan. Beberapa jurnalis di Meulaboh juga mengaku tidak pernah menerima undangan resmi atau rilis kegiatan selama pelaksanaan MTQ berlangsung, sebagaimana dilansir dari antaranews.com

Agama Tak Kebal dari Korupsi

Kasus dugaan korupsi proyek MTQ dan minimnya transparansi anggaran dalam kegiatan keagamaan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual tidak otomatis menjamin bersihnya pelaksanaan kegiatan publik. Ketika proyek keagamaan dijalankan tanpa akuntabilitas, maka syiar agama berisiko berubah menjadi kedok untuk penyelewengan.

Kini publik menunggu keberanian dan ketegasan aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini secara menyeluruh, agar kepercayaan terhadap institusi dan kegiatan keagamaan dapat dipulihkan.

Redaksi

Recent Posts

NgoPI Disertasi Edisi ke-63 Program Doktor Fiqh Modern UIN Ar-Raniry Bahas Rekonstruksi Model Restorative Policing Berbasis Maqashid al-Syari’ah

Banda Aceh – Program Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh kembali…

2 hari ago

Ketua BEM Ekonomi dan Bisnis UTU: Pelaporan Jhony Howord oleh PT SCY adalah Bentuk Pembungkaman terhadap Aktivis (11/07/26)

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (BEM Ekonomi dan Bisnis…

3 minggu ago

Prof. Dr. Nyak Amir Terpilih Rektor Universitas Teuku Umar Periode 2026-2030

Raih 24 Suara atau 85,71 Persen dalam Pemilihan Senat Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.…

1 bulan ago

UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026 Digelar di Meulaboh, 210 Peserta Bertanding di Catur dan Mobile Legends

Meulaboh – UKM Olahraga Universitas Teuku Umar (UTU) menyelesaikan penyelenggaraan UKM Olahraga CUP Se-Aceh 2026…

1 bulan ago

Potensi Batubara Raksasa Barat Selatan Aceh: Berkah Ekonomi atau Bom Waktu Lingkungan?

Meulaboh – Cadangan batubara di wilayah Barat Selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya,…

2 bulan ago

Kontroversi Pembakaran Gedung Fakultas Pertanian USK: Bentrok Mahasiswa Berujung Kerugian Miliaran

Banda Aceh – Gedung laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh hangus…

2 bulan ago

This website uses cookies.