Aceh Barat — Pelaksanaan HIMMAFORIA 2026 di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat selama tiga hari tiga malam menarik ribuan pengunjung. Festival yang digagas Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (UTU) itu menghadirkan expo UMKM, perlombaan tingkat nasional, pertunjukan seni budaya, hingga malam puncak bertajuk “Meusyeuhu”.
Di balik penyelenggaraan kegiatan tersebut, terdapat Gusti Fernandi, Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen FEB UTU, yang memimpin pelaksanaan acara. Pemuda asal Kecamatan Bubon, Aceh Barat, itu menjadi salah satu figur sentral dalam penyusunan konsep hingga koordinasi kegiatan.
Festival dibuka Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), civitas akademika UTU, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.
Pada malam penutupan, kawasan GOS dipadati pengunjung yang menyaksikan penampilan kelompok seni Orang Hutan Squad dalam rangkaian acara penutup.
Fernandi mengatakan, HIMMAFORIA dirancang bukan semata sebagai hiburan mahasiswa, melainkan ruang yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan pelestarian budaya lokal.
“HIMMAFORIA bukan hanya sekadar hiburan, tetapi langkah kami untuk menjaga budaya di tengah perkembangan zaman. Karena kami percaya, zaman boleh berubah, tapi budaya harus tetap hidup bersama kita,” kata Fernandi
Ia juga menyinggung perjalanan pribadinya sebagai pemuda desa yang ingin memiliki ruang dan peran di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Dulu saya punya mimpi sederhana. Ketika meninggalkan desa, saya bertekad suatu saat bisa berdiri di tengah mahasiswa, menjadi pendengar, penengah, dan membawa manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Menurut Fernandi, HIMMAFORIA 2026 menjadi program kerja terakhir kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen FEB UTU periode saat ini. Namun, kegiatan tersebut direncanakan tetap berlanjut sebagai agenda tahunan.
Selain pertunjukan seni, festival juga melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal yang membuka tenant selama kegiatan berlangsung. Area expo dipenuhi produk kuliner, kerajinan, dan usaha kreatif milik masyarakat setempat.
Pelaksanaan HIMMAFORIA 2026 menunjukkan upaya organisasi mahasiswa menghadirkan ruang publik yang menggabungkan hiburan, aktivitas ekonomi, dan pelestarian budaya dalam satu kegiatan terbuka di Aceh Barat.


