MEULABOH — Deretan angka miliaran rupiah kini terpampang di layar Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) 4.5 Aceh Barat. Pemerintah daerah setempat tengah membuka kran tender untuk tiga proyek infrastruktur jembatan yang krusial bagi konektivitas warga pedalaman. Pengumuman yang dirilis pada Senin pagi, 30 Maret 2026 ini, menandai babak baru upaya penyambungan jalur-jalur yang selama ini terputus atau tersendat.
Proyek dengan nilai pagu tertinggi jatuh pada pembangunan Jembatan Gantung Mugo – Blang Teungoh yang menelan anggaran sebesar Rp. 4.914.000.000,00. Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi bagi mobilitas warga yang selama ini harus bertaruh nyawa atau memutar jauh demi melintasi sungai. Tak kalah penting, lanjutan pembangunan Jembatan Alue Tampak juga dilelang dengan nilai Rp. 3.297.950.000,00. Sementara itu, jembatan penghubung Lango – Lawet pun masuk dalam daftar prioritas dengan alokasi Rp. 929.977.000,00 untuk kelanjutan konstruksinya.
Ketiga proyek tersebut kini sedang dalam tahap mencari kontraktor yang sanggup memenuhi standar teknis dan efisiensi anggaran. Pantauan di laman tender menunjukkan batas waktu entri data pada pukul 08:59 WIB hari ini. Publik kini menanti, siapa pemenang yang akan memikul tanggung jawab besar untuk memastikan beton dan besi jembatan ini berdiri kokoh tepat waktu, sebelum musim hujan kembali menguji nyali infrastruktur di Bumi Teuku Umar.


