Aspal Baru untuk Urusan Nyawa di Samatiga

MEULABOH — Deru mesin penggilas tanah mulai memecah keheningan di jalan akses menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Samatiga, Aceh Barat. Setelah sekian lama warga berkutat dengan kubangan air dan lubang yang mengancam keselamatan, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akhirnya turun tangan “mempercantik” jalur vital tersebut. Proyek pengaspalan ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur biasa, melainkan respons atas jeritan warga yang selama ini terhambat saat mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

Kondisi jalan yang selama ini kupak-kapik kerap menjadi momok, terutama bagi sopir ambulans yang tengah berpacu dengan waktu membawa pasien rujukan ke RSUD di kota Meulaboh. Tak hanya soal urusan nyawa, ruas jalan ini merupakan urat nadi bagi dunia pendidikan di Samatiga. Saban hari, para guru dan siswa harus berjibaku melewati debu atau lumpur demi mencapai bangku sekolah. Pemandangan genangan air yang menyulitkan langkah kaki mereka kini dipastikan akan segera berakhir seiring dengan dimulainya pengerjaan konstruksi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, dalam keterangannya di Meulaboh pada Sabtu, 28 Maret 2026, menyampaikan bahwa peningkatan ruas jalan dengan pengaspalan menuju Puskesmas Samatiga ditangani dengan total panjang 500 meter dan lebar aspal 4 meter, serta pengerjaan bahu kiri kanan jalan satu meter. Saat ini, proyek yang dikerjakan oleh CV Rahmad tersebut masih dalam tahap pengerjaan lapis pondasi.

“Peningkatan ruas jalan akses menuju puskesmas Samatiga dan menuju fasilitas pendidikan saat ini masih dalam proses tahap pekerjaan lapis pondasi,” ujar Fadly Octora. Ia menambahkan bahwa proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp1.330.400.000 yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2026 ini diharapkan tuntas pada bulan Juni 2026 sesuai dokumen kontrak.

Fadly menegaskan bahwa proyek tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis konstruksi jalan yang berlaku, mulai dari perencanaan hingga pengawasan di lapangan. “Hal ini untuk memastikan kualitas jalan benar-benar terjaga dan dapat bertahan lama setelah selesai dikerjakan,” katanya. Harapannya, dengan mulusnya akses menuju pusat pelayanan publik ini, mobilitas masyarakat tidak hanya menjadi lebih cepat dan aman, tetapi juga mampu memantik peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Kini, warga Samatiga tinggal menghitung hari hingga jalanan becek di depan Puskesmas mereka hanya tinggal kenangan pahit yang tertutup hitamnya aspal baru.